Kearifan Lokal Masyarakat: Upacara Bersih Desa

Senin, 25 Agustus 2014



Masyarakat Jawa mempunyai beberapa kearifan lokal yang merupakan pandangan hidup masyarakat Jawa yang sangat sarat dengan pengalaman religius. Pengalaman religius ini merupakan bentuk kepercayaan dan penghayatan kepada yang Maha Pencipta, Yang Maha Tunggal. Yang Maha Tunggal menjadikan spirit bagi manusia untuk selalu berbuat kebajikan, bersikap penuh kasih, dan menumbuhkan etos kerja yang tinggi. Masyarakat  Jawa mempercayai dan meyakini bahwa pengalaman religius sebagai wahana untuk bersikap spiritual sehingga ada keharmonisan antara dunia dengan manusia. Masyarakat Jawa banyak melakukan laku batin untuk menciptakan kehidupan yang harmoni selaras dan seimbang dengan melakukan laku tertentu, seperti:
1.      Berpuasa weton atau tiga hari apit weton
2.      Puasa mutih
3.      Puasa ngrowot
4.      Puasa pati geni
5.      Meditasi
6.      Bersih desa.
Kearifan lokal sangat terkait dengan pandangan hidup masyarakat Jawa dan filsafat Jawa. Kearifan lokal merupakan pandangan hidup yang bersumber pada masyarakat pendukung kebudayaan Jawa atau kebudayaan tertentu. Di dalam kearifan lokal tersebut termuat berbagai sikap dan etika moralitas yang bersifat religius juga mengenai ajaran spiritualitas kehidupan manusia dengan alam semesta.
Masyarakat Jawa mencari eksestensinya melalui hubungan yang selaras antara rohani dan jasmani. Melalui penyatuan yang harmoni antara rohani dan jasmani itu manusia mampu merealisasikan dirinya secara total dan menyeluruh, mampu menjaga etika dan norma yang berlaku di masyarakat, mampu mengendalikan diri dalam melawan hawa nafsu.
Upacara bersih desa merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa. Salah satu peristiwa yang sangat penting saat mengadakan upacara bersih desa dengan diadakannya pertunjukan wayang kulit. Pakeliran wayang purwa dilaksanakan pada peristiwa-peristiwa yang dianggap penting pada masyarakat Jawa, seperti :
1.      Mitoni
2.      Sepasaran
3.      Wetonan
4.      Khitanan
5.      Mantu
6.      Ruwatan
7.      Peringatan tujuh belas agustus
8.      Sadranan
9.      Bersih desa.
Di daerah Klaten upacara bersih desa merupakan peristiwa yang sangat penting dan sakral. Warga yang berada di kota lain berbondong bondong pulang untuk melakukan ritual bersih desa, bahkan kepulangan warga asli Klaten yang merantau ke kota lain melebihi acara mudik lebaran. Begitu penting dan sakral acara bersih desa bagi masyarakat Klaten. Hal ini bisa dilihat dari aktivitas dan perhatian masyarakat Klaten dalam mengadakan acara bersih desa.
Upacara bersih desa merupakan upacara ritual yang berfungsi untuk membersihkan atau mensucikan desanya dari hal hal yang bersifat kotor baik secara fisik maupun psykis. Dengan adanya bersih desa diharapkan seluruh penghuni desa atau seluruh masyarakat menjadi bersih terbebas dari mara bahaya, aman, tentrem, gemah ripah lohjinawi. Adapun tujuan utama dari upacara tersebut adalah selamat lahir dan batin bagi seluruh anggota masyarakat, dan para penduduk dimudahkan di dalam mencari sandang pangan.
Upacara bersih desa masih dilaksanakan sebagian besar masyarakat Klaten, salah satunya di wilayah Ceper. Pada acara bersih desa itu mengadakan pertunjukan wayang kulit dengan lakon perang Baratayuda. Namun ada beberapa daerah yang mengadakan acara bersih desa dengan pertunjukan wayang lakon selain perang Baratayuda.
Di wilayah Jawa Tengah khususnya Klaten pertunjukan wayang kulit ini dilaksanakan setiap setahun sekali yakni pada bulan Ruwah. Acara itu sudah berlangsung lama dan dilaksanakan secara turun temurun. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan itu mempunyai fungsi dan makna baki kehidupan sosial masyarakat, yakni sebagai ungkapan puji syukur ke Hadirat Yang Maha Kuasa. Lakon yang dimainkan saat acara bersih desa yakni:
  1. Perang Baratayuda
  2. Sri Mulih
  3. Pikukuhan
  4. Wahyu.
Lakon Sri Mulih dan lakon Pikukuhan dilaksanakan pada siang hari, sedangkan lakon pertunjukan di malam hari adalah lakon Wahyu. Lakon Perang Baratayuda dianggap lakon yang wingit yang hanya dipentaskan saat saat tertentu salah satunya pada acara bersih desa di wilayah Ceper, Klaten, Jawa Tengah.

    

DAFTAR PUSTAKA

Herawati. 2012. Kearifan Lokal Bagian Budaya Jawa. Magistra No. 79 Tahun XXIV Maret 2014: UNWIDA Klaten.

Sari, Teky Dwi Ana. 2006. Upacara Bersih Desa Tanjungsari di Dukuh Dlimas desa Dlimas Kecamatan ceper Kabupaten Klaten. Tesis. Semaranng: UNNES.

0 komentar:

Posting Komentar