Menjadi Pengikut Yesus

Minggu, 06 September 2015



(Lukas, 24:25-35)

Firman Tuhan yang disampaikan Pdt. Yohanes minggu ini sangat menarik bagi saya, jujur saat saya membaca perikob ini (Lukas, 24:25-35) saya merasa bingung. Karena dalam firman itu Tuhan mengatakan kalau kita mau mengikut Yesus kita harus “membenci” bapak, ibuk, anak, suami, istri dan saudara-saudara kita (ayat 26). Tapi ternyata ayat ini menyimpan makna yang harus ditelaah secara mendalam. Terus apa maksud Tuhan Yesus mengatakan ini? ternyata Tuhan ingin menunjukkan pada umat-Nya bahwa kita tidak boleh dengan mudah mengatakan kalau kita adalah pengikut Yesus, jika tidak menunjukkan buktinya. Bukti kalau kita adalah pengikut Yesus, kita harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.      Memiliki Prioritas (ayat 25-27)
Dalam ayat 26 dan ayat 27 Tuhan mengatakan bahwa untuk menjadi pengikut-Nya kita harus “membenci” semua orang disekitar kita dan harus “memikul salibnya”. Maksud membenci disini bukan dalam arti yang sesungguhnya yaaa,,maksud Tuhan yang sebenarntya adalah jika kita ingin menjadi murid-Nya maka kita harus memproritaskan Tuhan dari semua orang yang kita kasihi.
2.      Memiliki rancangan yang matang (ayat 28-32)
Banyak orang luar negeri yang tinggal di Indonesia mengatakan bahwa orang Indonesia itu dalam bertindak mereka selalu melakukan dulu baru berpikir berbeda dengan mereka yang selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Nrasa gak sich sebagai orang Indonesia kita memang sering melakukan itu, kalo aku sich nrasa banget dan hasil akhirnya dari apa yang saya lakukan itu adalah penyesalan. Lantas apa yang harus kita lakukan agar kita tidak mengalami penyesalan itu??..dalam ayat 28-32 Tuhan mengatakan bahwa kita harus “memiliki rancangan yang matang dalam kehidupan kita” baik dalam sikap, tindakan dan perkataan kita. kenapa harus seperti itu???....yaaa karena yang kita lakukan harus menunjukkan bahwa kita murid Yesus, maka jangan sampai kita jadi batu sandungan...so muali sekarang mari kita “berpikir dulu sebelum bertindak”.
3.      Rela berkorban (ayat 33)
Pada ayat 2 dikatakan bahwa untuk menjadi murd-Nya kita harus mengorbankan semua yang kita miliki. Disini berkorban memang memiliki arti yang luas, saya ambil salah satu contoh yang paling mudah saja yaitu mengorbankan “kemalasan”,,hayo pasti sering yach kita merasa malas melakukan sesuatu, ternyata rasa malas itu juga harus kita singkirkan karena itulah salah satu hal besar yang menjadi penghalang kita menjadi murid Yesus.
Demikian firman minggu ini,,mari kita siapkan diri mulai sekarang untuk menjadi murid Yesus, dengan selalu mempriritaskan-Nya dalam segala hal, merencanakan setiap hal dalam kehidupan kita secara matang dan memiliki kerelaan untuk mengorbankan semua hal yang kita miliki. Tuhan Yesus Memberkati.... J

KEKUATIRAN

Minggu, 30 Agustus 2015




(Matius, 6:24-34)

Setiap orang pastinya memiliki persoalan dalam hidupnya, baik orang dewasa, muda, remaja bahkan anak kecil sekalipun entah itu kaya ataupun orang miskin. Persoalan muncul karena adanya kebutuhan, kebutuhan makan, minum, harta, dan mungkin juga karena pasangan hidup atau yang lainnya. Manusia seringkali mengkawatirkan hal-hal tersebut, dan seringpula kekawatiran itu menjerumuskannya ke hal-hal negatif. Rasa kawatir juga sering menghinggapi perasaan saya, banyak hal yang saya kawatirkan, masalah pekerjaan, jodoh, pendidikan dan buanyakkkkk hal lainnya. Tapi firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Yohanes minggu ini sungguh mengetuk hati saya. Firman yang diambil dari Matius, 6:24-34 ini menasehatkan pada kita tentang “hal kekawatiran”. Dari sini saya sadar bahwa dengan sikap kawatir itu berarti saya belum sepenuhnya memiliki pengharapan pada Tuhan. Lantas bagaimana sikap orang yang mempunyai pengharapan pada Tuhan dalam menghadapi persoalan? dari firman kali ini kita dapat mengetahui bahwa orang yang memiliki pengaharapan terhadap Tuhan memiliki sikap:
1.      Tidak pernah merasa kawatir, tetapi percaya dan mengandalakan Tuhan dalam segala hal (ayat 24)
Seringkali kita mendengar ada orang pergi ke dukun untuk mendapatkan kekayaan, penglarisan, jodoh, ataupun pekerjaan. Singkatnya, hal ini mereka lakukan tentunya karena keinginan yang serba instan dari manusia dan kekawatiran yang ada pada diri mereka sendiri. Untuk mendapatkan semua keinginan itu, terkadang banyak syarat-syarat yang tidak masuk akal harus dia lakukan, termasuk memberikan tumbal  Hmmmm.......serem ya.?? Orang yang memiliki pengharapan pada Tuhan tidak perlu mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan semua itu, yang penting kita memiliki keyakinan Tuhan pasti akan memenuhi semua kebutuhan kita TANPA SYARAT. Persoalan itu ada justru untuk membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. amin..... J
2.      Tetap bekerja dan berusaha (ayat 25-32)
Burung di langit meskipun mereka tidak menabur, tidak menuai, dan tidak memiliki bekal dalam lumbungnya mereka tetap dapat hidup, tentunya karena Tuhan memelihara mereka (ayat 26). Bunga bakung dapat tumbuh cantik tanpa bekerja dan meminta, bahkan pakaian yang dipakai Salomo pun tak secantik bunga itu, tapi karena kasih dan pemeliharaan Tuhan bungan itu menjadi menawan (28-29). Banyak contoh lain yang diberikan oleh Tuhan dalam firman ini, intinya tumbuhan dan hewan aja yang tidak bekerja dipelihara oleh Tuhan, apalagi kita manusia yang memiliki pengharapan pada Tuhan pasti diberikan lebih dari apa yang Dia berikan untuk makluk lainnya, asalkan kita mau terus berusaha dan bekerja, Tuhan pasti turut bekerja dalam hidup kita...
3.      Tetap mencari kehendak Tuhan (ayat 33)
Semua yang kita lakuka itu harus dilandaskan pada kehendak Tuhan, maka kita tidak akan pernah merasa kuatir akan segala hal..pasti...
Firman kali ini memang benar-benar membuat saya merasa ditimpa bom, karena tidak seharusnya saya sebagai orang kristen merasa kawatir dengan kehidupan ini. Mulai saat ini buat kalian yang masih kawatir dalam menjalani hidup mari kita menyandarkan hidup kita pada Tuhan dan mencari kehendak-Nya....