Masyarakat Jawa
mempunyai beberapa kearifan lokal yang merupakan pandangan hidup masyarakat Jawa
yang sangat sarat dengan pengalaman religius. Pengalaman religius ini merupakan
bentuk kepercayaan dan penghayatan kepada yang Maha Pencipta, Yang Maha
Tunggal. Yang Maha Tunggal menjadikan spirit bagi manusia untuk selalu berbuat
kebajikan, bersikap penuh kasih, dan menumbuhkan etos kerja yang tinggi.
Masyarakat Jawa mempercayai dan meyakini
bahwa pengalaman religius sebagai wahana untuk bersikap spiritual sehingga ada
keharmonisan antara dunia dengan manusia. Masyarakat Jawa banyak melakukan laku
batin untuk menciptakan kehidupan yang harmoni selaras dan seimbang dengan
melakukan laku tertentu, seperti:
1. Berpuasa
weton atau tiga hari apit weton
2. Puasa
mutih
3. Puasa
ngrowot
4. Puasa
pati geni
5. Meditasi
6. Bersih
desa.
Kearifan lokal sangat terkait dengan
pandangan hidup masyarakat Jawa dan filsafat Jawa. Kearifan lokal merupakan
pandangan hidup yang bersumber pada masyarakat pendukung kebudayaan Jawa atau kebudayaan
tertentu. Di dalam kearifan lokal tersebut termuat berbagai sikap dan etika
moralitas yang bersifat religius juga mengenai ajaran spiritualitas kehidupan
manusia dengan alam semesta.
Masyarakat Jawa mencari eksestensinya melalui
hubungan yang selaras antara rohani dan jasmani. Melalui penyatuan yang harmoni
antara rohani dan jasmani itu manusia mampu merealisasikan dirinya secara total
dan menyeluruh, mampu menjaga etika dan norma yang berlaku di masyarakat, mampu
mengendalikan diri dalam melawan hawa nafsu.
Upacara bersih desa merupakan bagian
dari kearifan lokal masyarakat Jawa. Salah satu peristiwa yang sangat penting
saat mengadakan upacara bersih desa dengan diadakannya pertunjukan wayang
kulit. Pakeliran wayang purwa dilaksanakan pada peristiwa-peristiwa yang
dianggap penting pada masyarakat Jawa, seperti :
1.
Mitoni
2.
Sepasaran
3.
Wetonan
4.
Khitanan
5.
Mantu
6.
Ruwatan
7.
Peringatan tujuh belas agustus
8.
Sadranan
9.
Bersih desa.
Di
daerah Klaten upacara bersih desa merupakan peristiwa yang sangat penting dan
sakral. Warga yang berada di kota lain berbondong bondong pulang untuk
melakukan ritual bersih desa, bahkan kepulangan warga asli Klaten yang merantau
ke kota lain melebihi acara mudik lebaran. Begitu penting dan sakral acara
bersih desa bagi masyarakat Klaten. Hal ini bisa dilihat dari aktivitas dan
perhatian masyarakat Klaten dalam mengadakan acara bersih desa.
Upacara
bersih desa merupakan upacara ritual yang berfungsi untuk membersihkan atau
mensucikan desanya dari hal hal yang bersifat kotor baik secara fisik maupun
psykis. Dengan adanya bersih desa diharapkan seluruh penghuni desa atau seluruh
masyarakat menjadi bersih terbebas dari mara bahaya, aman, tentrem, gemah ripah
lohjinawi. Adapun tujuan utama dari upacara tersebut adalah selamat lahir dan batin
bagi seluruh anggota masyarakat, dan para penduduk dimudahkan di dalam mencari
sandang pangan.
Upacara
bersih desa masih dilaksanakan sebagian besar masyarakat Klaten, salah satunya
di wilayah Ceper. Pada acara bersih desa itu mengadakan pertunjukan wayang
kulit dengan lakon perang Baratayuda. Namun ada beberapa daerah yang mengadakan
acara bersih desa dengan pertunjukan wayang lakon selain perang Baratayuda.
Di
wilayah Jawa Tengah khususnya Klaten pertunjukan wayang kulit ini dilaksanakan
setiap setahun sekali yakni pada bulan Ruwah. Acara itu sudah berlangsung lama
dan dilaksanakan secara turun temurun. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan itu
mempunyai fungsi dan makna baki kehidupan sosial masyarakat, yakni sebagai
ungkapan puji syukur ke Hadirat Yang Maha Kuasa. Lakon yang dimainkan saat
acara bersih desa yakni:
- Perang Baratayuda
- Sri Mulih
- Pikukuhan
- Wahyu.
Lakon
Sri Mulih dan lakon Pikukuhan dilaksanakan pada siang hari, sedangkan lakon pertunjukan
di malam hari adalah lakon Wahyu. Lakon Perang Baratayuda dianggap lakon yang
wingit yang hanya dipentaskan saat saat tertentu salah satunya pada acara
bersih desa di wilayah Ceper, Klaten, Jawa Tengah.
DAFTAR PUSTAKA
Herawati. 2012. Kearifan Lokal Bagian Budaya Jawa. Magistra No. 79 Tahun XXIV Maret
2014: UNWIDA Klaten.
Sari, Teky Dwi Ana. 2006. Upacara Bersih Desa Tanjungsari di Dukuh
Dlimas desa Dlimas Kecamatan ceper Kabupaten Klaten. Tesis. Semaranng: UNNES.
