BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Amerika Latin (bahasa Portugis dan bahasa Spanyol: América Latina;
bahasa Perancis: Amérique Latine)
adalah sebutan untuk wilayah benua Amerika yang sebagian besar penduduknya merupakan
penutur asli bahasa-bahasa Roman (terutama bahasa Spanyol dan bahasa Portugis) yang berasal dari bahasa Latin. Istilah Amerika Latin
dipakai untuk membedakan wilayah ini dengan wilayah Anglo-Amerika yang kadang-kadang
dipakai untuk menyebut wilayah benua Amerika dengan mayoritas
penduduk adalah penutur asli bahasa Inggris. Pembedaan
"Amerika Latin" dan "Anglo Amerika" sering dianggap sebagai
pembedaan yang mengagungkan peninggalan bangsa-bangsa Eropa. Kedua istilah ini
tidak mempertimbangkan fakta sebagian wilayah benua Amerika (misalnya Peru dan Guatemala) dihuni penduduk asli Amerika yang memiliki
bahasa sendiri. Selain itu, masih ada lagi wilayah dengan pengaruh kebudayaan
Afrika yang kuat, seperti Karibia, sebagian Kolombia, Venezuela, dan kawasan pesisir Brazil.
Secara umum, istilah Amerika Latin hanya merujuk kepada wilayah
di benua Amerika yang penduduknya masih berbicara bahasa Spanyol atau Portugis,
yakni Meksiko, sebagian besar Amerika Tengah, Amerika Selatan, ditambah Kuba, Republik Dominika, Puerto Riko di Karibia. Dimana sebagian besar
negara-negara di Amerika Latin ini masih merupakan negara berkembang, karena
masih kuatnya pengaruh penjajahan Spayol atau Portugis di setiap wilayah. Dalam
makalah yang berjudul “Negara Guyana Perancis” ini akan dibahas mengenai salah
satu negara berkembang di Amerika Latin yaitu Guyana Perancis yang merupakan
negara bagian Amerika Selatan.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaiman kondisi umum
Guyana Perancis?
2. Bagaimanakah kondisi non
fisik (sosial dan budaya) di Guyana Perancis?
3. Bagaimanakah kondisi
fisik Guyana Perancis?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Menjelaskan kondisi umum di Guyana Perancis.
2.
Menjelaskan kondisi non fisik (sosial dan budaya ) di Guyana
Perancis.
3.
Menjelaskan kondisi fisik wilayah di Guyana Perancis.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kondisi Umum Di Guyana Perancis
Guyana
Perancis, (Perancis: Guyane atau Guyane francaise) adalah sebuah departemen
Prancis di kawasan Amazonia Amerika Selatan, berbatasan dengan Samudra Atlantik
di utara, Suriname di barat dan dengan Brasil
di sebelah timur dan selatan. Letak Guyana Perancis ini diatur sebagai
provinsi seberang lautan Perancis dengan hak yang sama dan hak istimewa yang
diberikan kepada semua departemen Perancis lainnya dan manfaat finansial dari
pengaturannya.
Secara umum letak dari Guyana Perancis ini
dapat dilihat dalam peta berikut ini:

Dari
peta dia atas terlihat salah satu kota terbesar sekaligus ibu kota negara
Guyana Perancis adalah Cayenne. Guyana Perancis sendiri merupakan sebuah negara
kecil dengan luas area 91.000 Km², dan kepadatan penduduknya adalah 199.509
jiwa (Juli, tahun 2006). Bahasa yang digunakan di Guyana Perancis adalalah
bahasa Perancis (French), karena
negara ini adalah bekas jajahan dari Perancis dan sampai saat ini Perancis pun
masih berperan besar dalam pemerintahan dan politik di Guyana Perancis.
B.
Kondisi Non Fisik Di Guyana Perancis
Ø Sejarah
Guyana Perancis pertama
kali dihuni oleh orang Perancis tahun 1604, Guyana Perancis terkenal sebagai
hunian para pelanggar hukum hingga 1951.
Wilayah ini kemudian berstatus département luar negeri Perancis pada 19 Maret 1946.
Hampir sama
dengan sejarah dari Negara Suriname dan Guyana, negara Guyana Perancis ini
dulunya merupakan bagian dari Negara Guyana dan bekas jajahan bangsa-bangsa
Eropa. Ketika
bangsa-bangsa imperialis Eropa berlomba menguasai Guyana, suatu dataran luas
yang terletak di antara Samudera Atlantik, Sungai Amazon, Rio Negro, Sungai
Cassiquiare dan Sungai Orinoco. Semula dataran ini oleh para ahli kartografi
diberi nama Guyana Karibania (Guyana yang berarti dataran luas yang dialiri
oleh banyak sungai dan Karibania dari kata Caribs yaitu nama penduduk asli yang
pertama kali mendiami dataran tersebut).
Dalam suatu cerita fiktif “El
Dorado”, Guyana digambarkan sebagai suatu wilayah yang kaya akan kandungan
emas. Para ahli sejarah memperkirakan bahwa cerita fiktif tersebut merupakan
salah satu faktor yang mendorong orang-orang Eropa untuk bersaing menguasai
Guyana. Pada tahun 1449 pelaut Spanyol, Alonzo de Ojeda dan Juan de la Cosa
berlayar menyusuri pantai timur laut Amerika Selatan, yang saat itu mereka
sebut Wild Coast, dan mendarat di wilayah Guyana. Vincent Juan Pinzon kemudian
menguasai Guyana atas nama Raja Spanyol. Selama abad ke-16 dan ke-17, Guyana
dikuasai silih berganti oleh Spanyol, Belanda, Inggris, Perancis dan Portugal. Pada
tahun 1530 Belanda mendirikan pusat perdagangan pertama di dataran tersebut.
Pada tahun 1593 raja Spanyol mengambil alih dan menguasai Guyana hingga tahun
1595, yaitu ketika para bangsawan Inggris datang dan mulai mengusai
daerah-daerah pantai. Sementara itu, Belanda mulai mengembangkan perdagangannya
secara bertahap di daerah pedalaman. Daerah Guyana sepenuhnya jatuh ke tangan
Inggris sejak tahun 1630 hingga tahun 1639. Pada
tahun yang sama Belanda berhasil menguasai kembali sebagian besar Guyana
sedangkan Perancis menguasai daerah-daerah di samping sungai Suriname. Akibat
dari persaingan tersebut, wilayah Guyana saat ini terbagi menjadi lima bagian
yaitu Guyana Espanola (bagian dari Venezuela sekarang); Inglesa (Guyana
sekarang); Holandesa (Suriname); Guyana Perancis (Cayenne) dan Portuguesa
(bagian dari wilayah Brazil).
Ø Penduduk
Sekitar 70% dari penduduk Guyana
Perancis tinggal di perkotaan, selebihnya di daerah pedesaan. Mayoritas
penduduk adalah orang Kreol (mulatto). Kelompok Kreol negeri ini masih
memelihara pola-pola sosial Afrika, khususnya dalam hal struktur kekeluargaan.
Mereka berbicara dalam dialeg Kreol Antilla.
Orang India adalah penduduk pribumi
kawasan ini. Mereka terdiri dari beberapa kelompok suku, Caribe (Galibo),
Palicur, dan Arawak, yang menghuni pesisir; sedangkan suku Oyampi, Oyana, dan
Emerillon tinggal di pedalaman. Kelompok Negro, yaitu keturunan para budak dari
Afrika, mendiami daerah S.Maroni. mereka masih mempertahankn cara hidup
suku-suku Afrika. Meraka berbicara dalam Bahasa Taki-Taki (Sranan) yang sudah
dipengaruhi bahasa Inggris, Portugis, dan Belanda. Selain kelompok tersebut di
atas, ada kelompok minoritas yaitu orang Perancis, Libanon, Cina, dan mulatto
Haiti. Di Guyana Perancis terdapat beberapa variasi keagamaan, tetapi kelompok
mayoritas adalah penganut agama Katolik Roma (sekitar 90%).
Ø Pendidikan
Tingkat melek huruf penduduk negeri
ini telah mencapai 82% (1982). Pada tahun ajaran 1985-1986 di Guyana Perancis
terdapat 76 sekolah dasar (siswa: 15.620), 8 sekolah lanjutan (siswa: 5.529),
dan 1 perguruan tinggi (mahasiswa 239). Sejumlah mahasisiwa dari depatermen ini
melanjutkan studi mereka ke beberapa perguruan tinggi di negara-negara Karibia
atau Perancis.
Ø Pembagian Wilayah Administrasi
Wilayah di Guyana Perancis terbagi
menjadi sembilan kota, antara lain sebagai berikut:
1. Cayenne,
merupakan ibu kota administrasi di Guyana Perancis.
2. Dégrad
des Cannes
3. Kourou
4. Le
Larivot
5. Maripasoula
6. Régina
7. Saint–Laurent–Du–Maroni,
merupakan kota yang letaknya di
sepanjang sungai Maroni, yang membentuk perbatasan alami antara
Suriname dan Guyana Prancis.
8. Saül
9. St.Georges
(Saint–Georges–de–l’Oyapock), merupakan kota yang terletak di sungai
Oyapock, yang merupakan batas alam antara Brasil dan Prancis Guyana.
Ø Politik dan Pemerintahan
Sebagai bagian
integral Perancis, Guyana Perancis dengan wilayah terbesar di luar Eropa termasuk
dalam Uni Eropa. Guyana Prancis adalah situs permukiman pidana terkenal
(secara kolektif dikenal sebagai Pulau Iblis) hingga tahun 1951. Badan
Antariksa Eropa meluncurkan satelit komunikasi dari Kourou. Hal ini merupakan salah satu bukti
bahwa Guyana Perancis merupakan wilayah di Amerika Selatan yang masih
diperintah oleh bangsa luar negeri.
Guyana
Perancis ini merupakan depatermen yang terdiri dari dua arrondissement (setingkat kabupaten): Cayenne dan
Saint-Laurent-du-Maroni. Depatermen ini dipakai oleh seorang prefek yang
dibantu oleh majelis umum yang beranggotakan 16 orang. Guyana Perancis mengutus
dua wakil ke Parlemen Perancis, masing-masing seorang di senat dan di Dewan
Perwakilan Rakyat. Pertahanan dan keamanan depatermen ini ditangani oleh 2.700
militer, termasuk pasukan Perancis yang ditempatkan di Puasat Angkasa Luar
Kourou.
Ø Ekonomi
Sektor
pertanian, kehutanan, khususnya perikanan merupakan penunjang penting
perekonomian di Guyana Perancis. Neraca perdagangan negara ini masih mengalami
deficit sampai tahun 1986, sehingga masih harus banyak dibantu oleh Perancis.
Sektor
pertanian negeri ini menghasilkan tebu, beras, singkong, pisang, dan sayur
mayor. Hasil hutan yakni kayu gelondongan, pada tahub 1985 sebanyak 254.000 m³.
Sedangkan hasil laut, yakni udang dan ikan sebanyak 2.990 metrik ton. Hasil
sektor ini secara keseluruhan bernilai F53,4 juta (1979), atau sebanyak 5,3
%dari total produk domestic bruto. Sekitar 12% dari tenaga kerja negeri
terserap di sektor ini.
Hasil
pertambangan negeri ini meliputi emas, bauksit, kolumbt, kerikil dan pasir.
Sedangkan hsil industry perpabrikan mencangkup susu, kayu olahan, minuman (rum,
bird an sari buah), barang-barang kulit, dan pakaian jadi. Hasil sektor
industry ini sebesar F 36,6 juta (1979), atau sebesar 3,7% dari total produk
domestik bruto.
Neraca
perdagangan Guyana Perancis masih mengalami defisit. Ekspornya bernilai F 255,5
juta (1986), terdiri dari udang, kayu dan produk-produknya, beras dan produk
logam. Nilai impornya sebesar F 2,057 milyar (1986). Barang-barang impor
terdiri dari bahan makanan, mesin dan alat-alat transport, bahan bakar mineral,
dan bahan-nahan kimia. Mitra dagang utama depatermen ini adalah Perancis,
Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Karibia.
Transportasi
di Guyana Perancis, terdapat jalan raya sepanjang 1.112 Km (1986). Di daerah
pesisir, jalan raya menghubungkan Ceyenne dan Saint-Laurent-du-Maroni, dan
dengan daerah perbatasan Brazillia. Sarana angkutan di pedalaman dilakukan
dengan kapal-kapal sungai atau pesawat terbang. Di Rochambeau, dekat Cayenne,
terdapat Bandar udara internasional yang melayani penerbangan ke Perancis,
Peru, dan Brazillia. Cayenne juga merupakan kota pelabuhan. Untuk menampung
kapal-kapal besar, terdapat pelabuhan di Degrad dan Cannes.
C.
Kondisi Fisik Di Guyana Perancis
Daratan Guyana Perancis
merupakan bagian dari dataran tinggi Guyana, yang terbagi atas dua bagian:
Cayenne dan Saint-Laurent-du-Maroni. Bagian-bagian dataran pesisir yang
terbentuk dari deposit alluvial mencapai ketinggian sekitar 200 mdpl. Bagian
tenggara daerah Cayenne berbentuk dataran rawa-rawa pesisir yang ditumbuhi
pohon bakaudan rerumputan, sedangkan di sebelah barat Cayenne terdapat daerah
sabana. Kawasan selebihnya diselimuti hutan lebat tropis.
Guyana Perancis memiliki
banyak sungai, diantaranya yang mengalir dari barat ke timur adalah Sungai
Oyapock, Sungai Approuague, Sungai Comte, Sungai Sinnamary, Sungai Kourou dan
Sungai Maroni yang menjadi perbatasan dengan Suriname. Secara astronomis,
Guyana Perancis ini terletak di 2° - 6° LU. Suhu rata-rata tahunan berkisar
antara 25° - 27°C di daerah Cayenne, dengan curah hujan rata-rata 3.800 mm per
tahun. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember sampai Juli, bahkan di
bagian tenggara bisa lebih tinggi lagi (3.980 mm), di kawasan timur laut curah
hujan agak kurang (sekitar 2.400 mm). Angin pasat timur laut tetap berhembus.
Sekitar 90% dari daratan
Guyana Perancis diselimuti hutan hujan tropis. Hutannya terdiri dari kayu-kayu
keras. Sedangkan untuk fauna, satwa liar negeri ini terdiri dari tapir, buaya
kaiman, oselot, sipemalas, pemakan semut, armadillo. Terdapat juga berbagai
spesies burung, di antaranya kawanan burung betet. Berbagai jenis monyet, ikan,
ular, dan hewan pengerat, juga menghuni kawasan ini.
BAB
III
KESIMPULAN
Guyana
Perancis merupakan suatu depatermen seberang lautan Perancis (bernama
Depaterment de la Guyana Francaise), yang terletak di pesisir timurlaut Amerika
Selatan. Negara ini merupakan jajahan Perancis, pada tahun 1600-an. Walaupun
Guyana Perancis adalah negara yang kecil, sebenarnya dia merupakan negara yang
kaya, karena memiliki pertambangan emas. Namun, karena sebagian wilayah di
negara ini masih dikuasai oleh luar negeri (Perancis) maka seperti halnya
Indonesia, hasil dari pertambangan sebagian besar adalah menjadi milik negara
yang berkuasa (Perancis). Oleh karena itu samapai saat ini negara Guyana
Perancis masih dikatakan sebagai negara berkembang, karena negara ini kecil
informasi tentang keberadaan negara Guyana Perancis pun belum banyak.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011.
French Guiana. http://wikitravel.org/en/French_Guiana
(diunduh, 11 November 2011 pukul
18.06 WIB).
2 komentar:
baguas
Bolavita Agen Togel & Casino Resmi,Terpercaya & Aman
Minimal Deposit 50.000 dan Minimal Withdraw 50.000
Minimal Betting Togel : 1.000
Minimal Betting Casino : 1.000
Product yang kami berikan:
= Bonus New Member 10% ( Minimal Deposit Rp. 200.000,- )
= Bonus Rollingan 0.7% ( otomatis terhitung setiap kali Anda memasang taruhan )
= Bonus Referal 7% ( Seumur Hidup )
= Bonus Jackpot Jutaaan Rupiah
Kami menyediakan berbagai jenis games yang dapat di mainkan hanya dengan 1 USER ID saja ::
• Sabung Ayam Online
• Casino online
• Bolatangkas
• Taruhan Bola Online / Sportsbook
• Poker Online
• Tembak ikan
• Slot Game
• Togel online / 4D
• Baccarat
• Dragon Tiger
• Roulette
• Sic Bo
• Niu-Niu
• Sakong
• Fan Tan
Kami juga menyediakan berbagai jenis Bank Lokal yang bisa anda gunakan untuk bertransaksi :
= BCA ( Bank Centra Asia )
= BNI ( Bank Negara Indonesia ) - ( BNI 46 )
= BRI ( Bank Rakyat Indonesia )
= MANDIRI
= DANAMON
= CIMB NIAGA
= Dll
Ayo bergabung bersama kami info lebih lanjut
Wechat : Bolavita
WA : +6281377055002
Line : cs_bolavita
BBM PIN : BOLAVITA ( Huruf Semua )
Posting Komentar